Selamat Datang di Official Website

Selamat Datang di Official Website Badan Pusat Statistik Kabupaten Magetan
Tampilkan postingan dengan label inflasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inflasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Januari 2011

BPS: Tarif Kereta Cuma Naik Rp2000 Diributkan

PT Kereta Api akan menerapkan tarif baru pada Sabtu besok.
Jum'at, 7 Januari 2011, 14:26 WIB
Hadi Suprapto, Syahid Latif

VIVAnews - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menilai kenaikan tarif kereta api sebesar 10-30 persen tidak bakal berdampak signifikan pada inflasi. Bahkan kenaikan ini dianggap sesuatu yang wajar melihat kebutuhan keuangan PT Kereta Api.

"Dampaknya pada inflasi pasti ada, tapi karena tidak banyak masyarakat yang naik kereta, (jadi dampaknya tidak besar)," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam pesan singkat, Jumat 7 Januari 2011.

Menurut Rusman, komponen kenaikan tarif kereta terhadap inflasi sangat kecil. Selama ini BPS mencatat, komponen transportasi yang paling besar dampaknya pada inflasi adalah angkutan dalam kota seperti bus, taksi, dan ojek.

Catatat BPS menunjukkan setiap kenaikan tarif angkutan umum dalam kota sebesar Rp100 akan berdampak pada inflasi sebesar 2,64 persen. Sedangkan kenaikan tarif kereta hanya berpengaruh 0,09 persen. "Jadi kalau naik 10 persen, bobotnya pada inflasi hanya 0,09 persen. Kecil sekali," kata Rusman.

Pada bagian lain, Rusman mengaku heran adanya protes terhadap kenaikan tarif kereta ini. Selain dampak pada inflasi kecil, Rusman menilai pengguna kereta sebetulnya bisa menerima kenaikan ini.
"Kalau lihat perilaku konsumsinya, baru naik Rp2.000 saja, ributnya bukan main," ujar Rusman.

Dia juga heran dengan protes kenaikan itu, sebab mereka masih bisa menggunakan telepon genggam, baik telepon maupun kirim pesan singkat (SMS). "Biaya telepon itu kan lebih dari Rp2.000," ujarnya.

Menurut Rusman, PT Kereta Api tengah mengalami kesulitan memperoleh pemasukan. Apalagi tidak ada kepastian penambahan subsidi. Meski demikian, kenaikan tarif ini sudah memperhatikan nasib rakyat kecil.

PT Kereta Api berencana menaikkan tarif kereta ekonomi di seluruh jurusan, dengan besaran 10 - 30 persen atau Rp500  - Rp8.500 per orang per perjalanan. Tarif baru ini berlaku mulai Sabtu 8 Januari 2011.

Besaran kenaikan tarif ekonomi tersebut dibagi dalam lima jenis tarif, yaitu kereta jarak jauh naik Rp4.000 - Rp8.500. Jarak sedang naik Rp1.000 - Rp 5.500. Jarak dekat naik Rp500 - Rp2.000. Sedangkan tarif Kereta Rel Diesel (KRD) naik Rp500 - Rp1.500, dan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) naik Rp500 - Rp2.000.

Kenaikan tarif kereta ini sebelumnya sempat tertunda tiga kali pada 2010, dan awal tahun ini akan diberlakukan mulai Sabtu besok. Dengan kenaikan ini, PT Kereta Api berjanji meingkatkan pelayanan, di antaranya meningkatkan keamanan penumpang, menambah kipas angin, lampu, dan kebersihan stasiun. (hs)
• VIVAnews

Kamis, 06 Januari 2011

SBY Keluarkan Instruksi Khusus Redam Harga Cabai

Luhur Hertanto - detikFinance

Kamis, 06/01/2011 17:17 WIB

Jakarta - Lonjakan harga cabai yang terjadi belakangan ini kalinya menjadi dibahas khusus dalam rapat kabinet. Presiden SBY memberi perintah khusus pada jajaran menteri untuk mengatasi masalah cabai.

"Kami diminta memotret ekonomi cabai. Berapa cost produksi dan nilai jual yang wajar serta upaya untuk stabilkannya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan usai rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/1/2011).

Selain kepada BPS, SBY juga memberikan perintah kepada Menteri Pertanian untuk meneliti peluang adanya bibit unggul baru cabe. Agar bisa lebih cepat berproduksi dan tahan perubahan cuaca serta metode penanamannya.

Kepada Menteri Perdagangan, SBY memerintahkan agar mencari sistem distribusi efektif. Kelancaran pasokan cabai ke pasar akan menekan lonjakan harganya.

"Baru kali ini cabai dibahas dalam sidang kabinet. Sebab selama ini cabai bukan tergolong makanan pokok," sambung Rusman.

Lebih lanjut dia menilai kenaikan harga cabai ramai dipermasalahkan sebab terkait dari gaya hidup dari masyarakat. Sehingga cabai yang sebenarnya bukan tergolong salah satu dari sembilan bahan makanan pokok, menjadi dipermasalahkan ketika suplai berkurang akibat cuaca dan harganya mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

"Sejak kapan sih cabai jadi main food (makanan pokok) kita? Tapi memang ini jadi bagian lifestyle. Ketika harganya jatuh Rp 13 ribu per kilogram tak ada yang ribut, padahal petaninya menjerit tuh," sambung Rusman.

Lalu berapa harga jual cabai yang seharusnya?

"Antara Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per kilo. Di sisi petani harga itu cukup merangsang gairah menanam, dan bagi konsumen juga masih terjangkau," jawab Rusman.